Selasa, 03 Mei 2016

SK Kerja Da’wah Para Nabi Dahulu (3.Kota)...3


SK Kerja Da’wah Para Nabi Dahulu
(3.Kota)
Ada Nabi yang dikirim untuk kerja dakwah pada ruang lingkup     (scope) kota seperti Nabi Syu’aib As.
      QS. Al-A’raaf, ayat 85 ; QS. Al-Ankabuut, ayat 36.
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman". (QS. Al A’raaf :85)
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu'aib, maka ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan". (QS. Al Ankabut :36)


SK Kerja Da’wah Para Nabi Dahulu...2


SK Kerja Da’wah Para Nabi Dahulu
(2.Kaum)

       Ada Nabi yang dikirim untuk kerja dakwah pada ruang   lingkup kaum seperti Nabi Nuh as.
1. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih",
2.    Nuh berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,
     (QS. Nuh, 1-2)
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
(QS. Al-‘Ankabuut :14)

SK Kerja Da’wah Para Nabi Dahulu..1


SK Kerja Da’wah Para Nabi Dahulu
(1.Keluarga)

Ada Nabi yang diutus untuk kerja dakwah “ahl” (keluarga), contohnya:Nabi Ismail As. diutus oleh Allah swt. untuk menegakkan Agama pada keluarganya
54. Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang Rasul dan Nabi.
54. Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.    (QS. Maryam: 54-55)


Kerja Dakwah para Nabi Dahulu


Kerja Dakwah para Nabi Dahulu
Allah pisahkan secara global dan mendetail antara lain pada QS Al-An’aam ayat : 84 – 89
84.    Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
85.    Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas, semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.
86.    Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth, masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas ummat (di masanya),

87.    Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
88.    Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
89.    Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.
Dan Allah menyatakan pada Qs. Al-An’aam, ayat 90 3
Mereka Itulah orang-orang yang Telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. (QS. Al-An’aam:90)
Bahwa mereka (seluruh para nabi yang dahulu) itulah telah diberi petunjuk metode kerja dakwahnya dalam menegakkan agama, dan Allah perintahkan kepada Nabi Saw agar mengikuti petunjuk metode kerja dakwah para nabi yang dahulu.

Senin, 02 Mei 2016

Kaitan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Dahulu


Kaitan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Dahulu

Bagaimana kaitan Nabi Muhammad saw. dengan Nabi yang dahulu?
Allah swt. memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk menyatakan kepada ummatnya bahwa “Aku (Nabi Muhammad saw.) bukanlah Rasul yang bid’ah”, maksudnya bahwa “sebelumku telah diutus para Rasul”
Firman Allah dalam QS. Al-Ahqaaf : 9
Katakanlah: "Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara rasul-rasul
Bid’ah yang dimaksud dalam ayat tersebut bukan masalah syariat, sebagai contoh: zaman Nabi Adam as. nikah dengan saudara kandung boleh, tetapi tidak boleh pada umat Nabi Muhammad saw. dan ketika zaman Nabi Musa as. aturan bertaubat dengan cara membunuh dirinya, yang cara tersebut tidak boleh dilakukan oleh umat akhir zaman. Tetapi yang dimaksud adalah solusi/jalan keluar memecahkan masalah ummat.

Allah Mengutus Rasul


Allah Mengutus Rasul

Tetapi Allah swt. Membangkitkan seorang Rasul dengan misi dakwah untuk tegaknya agama, sebagaimana Qs. Asy-Syuraa (42) ayat 13. Artinya:
Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
Bahwa misi seluruh para Rasul sama  öNèdqããôs?$tB- dakwah – ini cara untuk menegakkan agama. Adapun seruannya adalah mengajakkan iman dan amal sholeh.
Ini tercantum dalam Qs. An Nahl (16) ayat 36.
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu", ...
Qs. Nuh (71) ayat 3
(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku

Jadi seruan para Nabi dan Rasul pada umatnya yaitu
kepada iman sebagaimana tersirat dalam  çnqà)¨?$#ur ©!$# (#rßç6ôã$# Èbr& dan kepada amal saleh   ÈbqãèÏÛr&ur

Allah Menghendaki Perubahan


Allah Menghendaki Perubahan
Apabila Allah swt. menghendaki perubahan keadaan ummat manusia dari jelek menjadi baik, fasad menjadi shaleh, celaka menjadi selamat, negatif menjadi positif, sengsara menjadi bahagia, dari hina menjadi mulia, berpenyakit menjadi sembuh / sehat, dari kesesatan kepada petunjuk, Allah swt. tidak pernah menggunakan cara : 1) Mengutus orang kaya (konglomerat), kemudian dengan kekayaannya orang-orang diberinya harta sehingga menjadi baik. 2) Mengutus ahli fikir (filosof), lalu dengan logikanya menyebabkan orang-orang menjadi baik. atau   3) Mengirim penguasa (orang kuasa) yang dengan kekuasaannya orang menjadi baik. 4) Menggunakan orang kuat (pendekar), yang dengan kekuatannya, ummat yang menentang akan dilumpuhkan dan menjadi baik.